- oleh Super Admin
- Jan 02, 2026
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi ketiga sebagai upaya memperkuat pengembangan ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia. Peluncuran ini menjadi langkah lanjutan dalam mendukung transisi menuju pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan.
Taksonomi versi terbaru ini disusun untuk memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi pelaku jasa keuangan dan dunia usaha dalam mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta menyalurkan pembiayaan ke kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. OJK menilai keberadaan taksonomi sangat penting untuk menyelaraskan tujuan pembangunan ekonomi dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG).
Penyempurnaan TKBI versi ketiga dilakukan dengan memperluas cakupan sektor dan aktivitas ekonomi, sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan nasional serta dinamika global terkait keuangan berkelanjutan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan dalam sektor keuangan nasional.
OJK menegaskan bahwa taksonomi ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman teknis, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan investor. Dengan kerangka yang jelas, diharapkan aliran pembiayaan dapat lebih terarah pada proyek-proyek yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Melalui peluncuran TKBI versi ketiga, OJK optimistis keuangan berkelanjutan di Indonesia dapat tumbuh lebih kuat dan terstruktur. Sinergi antara regulator, pelaku industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu mempercepat transisi menuju ekonomi hijau serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional.