Sabtu, 7 Maret 2026

Surplus Beras RI Diproyeksikan Bertahan, Ketersediaan Jangka Panjang Tercapai


Jakarta — Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap kuat ditopang oleh produksi beras nasional yang stabil dan melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa produksi beras nasional per bulan pada awal tahun 2026 berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton, jauh melampaui rata‑rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan. Angka ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap produktif dan mampu menjamin pasokan beras domestik.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, total ketersediaan stok beras nasional mencapai hampir 28 juta ton, yang terdiri dari stok pemerintah yang dikelola Perum Bulog, stok di masyarakat, serta hasil panen padi yang siap diproses. Dengan kondisi tersebut, pemerintah memperkirakan stok beras nasional dapat memenuhi kebutuhan hingga sekitar 324 hari ke depan atau hampir 11 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan pangan keseluruhan.

Produksi beras yang terus berjalan dan stok yang kuat menjadi bukti bahwa ketahanan pangan Indonesia berada dalam keadaan aman dan terkendali, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global. Proyeksi produksi beras dari Januari hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton, yang menunjukkan tren yang sangat positif bagi pasokan pangan nasional.

📌 Sumber Berita : Infopublik

Rekomendasi untuk Anda