- oleh Super Admin
- Jan 02, 2026
Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terpercaya dalam pengembangan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang menyediakan informasi, termasuk untuk menjawab pertanyaan keagamaan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa jika sistem AI tidak dilatih dengan data yang tepat, hasil jawabannya berpotensi bias dan menyesatkan, terutama pada topik‑topik sensitif seperti ajaran agama.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran platform AI keislaman “Aiman & Aisha” di Jakarta, yang dibuat untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan masyarakat tentang agama secara lebih mudah. Nezar menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengembang yang telah menerapkan mitigasi risiko, seperti pembatasan otomatis agar AI tidak memberikan jawaban pada pertanyaan yang bersifat sensitif atau kritis, dan menyarankan pengguna untuk berkonsultasi langsung dengan ustaz atau ahli ketika diperlukan.
Selain itu, para tokoh masyarakat mengingatkan bahwa untuk meningkatkan kualitas jawaban yang diberikan oleh AI, sumber data perlu dilengkapi dengan rujukan kitab‑kitab dan fatwa ulama sehingga informasi yang disampaikan lebih lengkap dan sesuai dengan kaidah keagamaan. Kehadiran teknologi seperti ini dinilai bisa memperkaya khazanah pemahaman agama di masyarakat dengan tetap menjaga keharmonisan serta mencegah kekeliruan informasi.
📌 Sumber Berita : Infopublik.id